Pemeriksaan Payudara Sebelum dan Sesudah Operasi, Mulai dari Pemeriksaan Payudara hingga Pemeriksaan Implan
Untuk mendapatkan payudara yang sehat dan indah melalui operasi, pemeriksaan payudara merupakan langkah pertama.
Pemeriksaan payudara sebelum operasi merupakan tahapan yang wajib dilakukan. Dalam pemeriksaan sebelum operasi, tumor payudara cukup sering ditemukan. Jika terdapat tumor, pengangkatan sebelum operasi dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan keamanan dan memperoleh hasil yang lebih baik.

CHECK POINT 01Diagnosis yang Akurat dan Rekomendasi Perawatan yang Tepat
CHECK POINT 02Pemeriksaan Kondisi Implan Payudara
CHECK POINT 03Peralatan Canggih Setara Rumah Sakit Universitas untuk Meningkatkan Akurasi Diagnosis
CHECK POINT 04Dokter Spesialis Bedah Perempuan
CHECK POINT 05Pemeriksaan Dapat Dilakukan di Hari yang Sama
CHECK POINT 06Beragam Pemeriksaan Jaringan
Proses Pemeriksaan Mandiri

Proses Pemeriksaan Payudara

Diagnosis yang Dapat Diketahui melalui USG Payudara

- CHECK POINT01
Masalah atau Kelainan pada Implan
Kapsular kontraktur / Implan terlipat atau pecah / Seroma / Penebalan kapsul - CHECK POINT02
Pemeriksaan Kesehatan Payudara
Kondisi payudara padat / Fibroadenoma / Kanker payudara
Pemeriksaan Khusus untuk Penyakit Payudara dan Kondisi Implan secara Detail

Pemeriksaan melalui USG Payudara
Pemeriksaan USG payudara sebelum operasi membantu mengetahui struktur dan kondisi payudara secara menyeluruh, sehingga dapat membantu dalam menentukan implan yang sesuai. Setelah operasi, USG payudara dapat digunakan untuk memeriksa kondisi implan serta mendeteksi komplikasi seperti kapsular kontraktur atau kerusakan implan.

Kapan Mamografi Diperlukan?
Bagi yang berusia 40 tahun ke atas dan belum melakukan pemeriksaan payudara dalam 1 tahun terakhir, pemeriksaan mamografi sebelum operasi dianjurkan. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk membantu mendeteksi penyakit payudara secara dini.

Eksisi dengan Sayatan Minimal yang Tetap Dapat Dilakukan Meskipun Terdapat Implan
Meskipun implan telah terpasang, jaringan tetap dapat diangkat dengan aman dengan mempertimbangkan posisi implan serta jarak antara kulit dan otot. Dengan menggunakan VAB (Vacuum-Assisted Biopsy), kondisi seperti fibroadenoma dapat diangkat melalui sayatan minimal.


