NANA Male Eye Surgery
NANA menciptakan tampilan mata pria yang lebih defined dan terbuka tanpa harus membentuk double eyelid. Kondisi mata setiap pasien dianalisis secara akurat untuk menciptakan bentuk mata yang natural dan sesuai dengan karakter wajah.
NANA Plastic Surgery Ideal Male Eyes

NANA Plastic Surgery
Why NANA Men’s Eye Surgery?
- 01.
1:1 Dedicated Medical TeamMulai dari konsultasi hingga perawatan, setiap pasien ditangani secara bertanggung jawab oleh dedicated medical team.
- 02.
Experienced Eye Surgery SpecialistsProsedur dilakukan langsung oleh dokter spesialis Eye Surgery yang memiliki pengalaman operasi selama bertahun-tahun.
- 03.
Customized DesignDesain disesuaikan dengan proporsi dan keseimbangan wajah setiap pasien.
- 04.
NANA’s Specialized Surgical TechniqueNANA menggunakan teknik operasi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik kelopak mata pria.
- 05.
Minimizing Bleeding & PainProsedur dilakukan secara presisi dan hati-hati untuk meminimalkan perdarahan dan rasa sakit.
Men’s Eye Surgery Information

Durasi Operasi
+- 1 jam
Jenis Anestesi
Anestesi Tidur
Rawat Inap
Tidak Perlu
Lepas Jahitan
H+7
Beraktivitas Kembali
Langsung
Kontrol
1x (Lepas Jahitan)
NANA Plastic Surgery Men’s Eye Surgery
Direkomendasikan untuk Siapa?
Melalui customized design untuk setiap pasien, NANA menciptakan bentuk mata yang natural sehingga terlihat seperti bentuk mata asli.
NANA Plastic Surgery
Trusted & Safe Surgery System

Customized Eye Surgery
NANA Plastic Surgery merancang eye surgery yang disesuaikan untuk setiap pasien dengan mempertimbangkan kondisi dan bentuk mata, keharmonisan dengan wajah, serta preferensi masing-masing pasien. Dengan meminimalkan kekurangan dan menonjolkan kelebihan, NANA menciptakan bentuk mata yang ideal dan harmonis dengan wajah setiap pasien.
Transparent Surgeon Identification System
NANA Plastic Surgery menerapkan sistem transparansi identitas dokter dengan mencantumkan secara jelas nama dokter yang melakukan operasi. Sistem ini diterapkan untuk membantu mencegah risiko medical accident serta mendukung post-operative care pasien.


Naturally Bigger & Beautiful Eyes
NANA Plastic Surgery mengutamakan hasil mata yang lebih besar dan indah, namun tetap terlihat natural. Dengan keahlian dan pengalaman tim medis NANA, prosedur dilakukan untuk meminimalkan bekas luka serta menciptakan bentuk mata yang natural dan harmonis dengan proporsi wajah setiap pasien.
Dedicated Medical Care System
NANA Plastic Surgery memberikan perawatan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap pasien. Mulai dari konsultasi, operasi, hingga post-operative care, seluruh proses ditangani secara bertanggung jawab oleh tim medis yang ditunjuk untuk memberikan prosedur yang lebih aman dan hasil operasi yang optimal.


Post-Operative Care
NANA Plastic Surgery mengutamakan patient safety dengan menerapkan berbagai sistem keamanan khusus di dalam maupun di luar ruang operasi, termasuk Safe Anesthesia System dan Uninterruptible Power System (UPS). NANA juga memiliki Care Center yang menyediakan post-operative recovery care dan swelling management system untuk mendukung proses pemulihan pasien setelah operasi.
Panduan dari NANA
Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Eye Surgery
01
Cuci Muka, Shower & Makeup
Keramas dan shower dapat dilakukan mulai sehari setelah operasi, tetapi pastikan area luka tidak terkena air.Hindari memberikan tekanan berlebihan pada mata karena dapat menyebabkan darah yang terkumpul keluar. Eye makeup dan penggunaan contact lens dapat dilakukan setelah 4 minggu.
Untuk mencegah garis double eyelid menjadi longgar atau berubah bentuk, hindari eye makeup selama 1 bulan. Contact lens yang dapat mengiritasi konjungtiva juga sebaiknya digunakan kembali setelah 1 bulan.02
Kontrol
Pembengkakan Konjungtiva atau Mata Merah Dapat Terjadi Setelah OperasiSetelah operasi, dapat terjadi pembengkakan konjungtiva (kondisi ketika konjungtiva terlihat putih dan membengkak) atau mata tampak kemerahan. Kondisi ini merupakan reaksi yang umum terjadi setelah operasi dan biasanya akan mereda secara alami dalam 2–4 minggu.
Produksi air mata atau kotoran mata juga dapat meningkat untuk sementara waktu. Hal ini merupakan reaksi normal setelah operasi dan umumnya akan membaik seiring berjalannya waktu.03
Perawatan Bengkak
Pembengkakan setelah operasi akan berangsur berkurang dalam waktu sekitar 3–6 bulan.Pembengkakan pada kedua sisi dapat berbeda, baik dalam tingkat pembengkakan maupun kecepatan meredanya, sehingga wajah mungkin terlihat asimetris untuk sementara waktu. Hal ini merupakan kondisi yang umum dan akan berangsur membaik seiring pembengkakan mereda sepenuhnya.
Gunakan kompres dingin dan hangat pada waktu yang tepat setelah operasi.Selama 3 hari pertama, saat pembengkakan wajah masih terjadi, disarankan menggunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi risiko perdarahan dan pembengkakan. Mulai hari ke-4, kompres hangat disarankan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan memar secara lebih efektif.
04
Perawatan Luka
Rawat area operasi menggunakan eye ointment dan eye drops sesuai petunjuk.Oleskan eye ointment tipis pada area operasi menggunakan cotton bud yang bersih setiap pagi dan malam. Jika mendapatkan resep eye drops, gunakan pada konjungtiva sebanyak 2–3 kali sehari.
Milia dapat muncul di sepanjang garis insisi setelah operasi.Milia berwarna putih dengan ukuran kecil seperti butiran ini umumnya akan menghilang secara alami seiring waktu. Namun, jika milia masih belum menghilang setelah 3 bulan, pasien dapat mengunjungi NANA untuk pemeriksaan dan, tergantung kondisinya, dapat dilakukan prosedur sederhana untuk menghilangkannya.
05
Alkohol & Merokok
Hindari konsumsi alkohol dan merokok selama 1 bulan setelah operasi.Alkohol dan merokok dapat meningkatkan risiko perdarahan serta berdampak negatif pada proses penyembuhan luka dan risiko infeksi. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol maupun merokok selama 1 bulan setelah operasi.
06
Posisi Tidur
Perhatikan posisi tidur yang dianjurkan selama 3 bulan setelah operasi.Selama 1 minggu pertama setelah operasi, hindari posisi yang membuat leher tertekuk. Saat tidur, posisikan tubuh bagian atas lebih tinggi dan jaga posisi kepala tetap lebih tinggi dari jantung untuk membantu pembengkakan mereda lebih cepat.
Hindari tidur miring atau tengkurap. Pasien disarankan tidur telentang dengan wajah menghadap ke atas.












