- 나나성형외과 Dilihat:0
Rahang kotak dan bersudut yang membuat wajah terlihat lebih besar menjadi salah satu masalah penampilan yang dikeluhkan banyak orang. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Facial Contouring Surgery dapat menjadi salah satu pilihan. Prosedur ini dilakukan dengan membentuk tulang wajah yang berkembang secara berlebihan untuk menciptakan kontur wajah yang lebih halus dan proporsional. Secara khusus, Square Jaw Reduction dapat membantu menciptakan bentuk wajah yang terlihat lebih ramping.
Facial Contouring Surgery tidak sekadar dilakukan dengan mengurangi tulang rahang. Untuk memperoleh hasil yang optimal, prosedur perlu disesuaikan dengan bentuk wajah masing-masing pasien. Pemeriksaan 3D-CT dapat digunakan untuk menganalisis secara detail struktur tulang dan posisi saraf setiap pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim medis yang secara khusus menangani Facial Contouring Surgery dapat merancang surgical plan secara lebih presisi.
Bagi pasien yang menginginkan perubahan wajah secara menyeluruh dengan kontur yang lebih halus dan seimbang, tiga prosedur Facial Contouring, yaitu Cheekbone Reduction, Square Jaw Reduction, dan Chin Surgery, dapat dilakukan secara bersamaan sesuai dengan kondisi pasien.
Pada Square Jaw Reduction, tulang perlu dibentuk mengikuti garis lengkung panjang mulai dari area bawah telinga hingga bagian utama rahang kotak untuk menghasilkan jawline yang lebih halus. Jika hanya bagian tulang yang menonjol yang dikurangi, dapat terbentuk sudut sekunder yang membuat kontur wajah terlihat tidak rata. Oleh karena itu, pengurangan tulang dapat dikombinasikan dengan penyesuaian otot dan lemak. Pendekatan ini bertujuan menciptakan jawline yang lebih natural dan ramping tanpa melakukan pengurangan tulang secara berlebihan.
Chin Surgery dilakukan dengan mempertimbangkan proporsi wajah, termasuk menyesuaikan panjang ujung dagu. Prosedur dapat dilakukan dengan memotong tulang dagu dalam bentuk T, mengangkat bagian tulang di tengah, kemudian mendekatkan kedua sisi tulang ke arah tengah untuk mengurangi lebarnya. Metode tersebut dapat membantu menciptakan ujung dagu yang lebih ramping dan proporsional.
Tulang pipi yang menonjol dapat memberikan kesan wajah yang lebih tegas. Melalui Cheekbone Reduction, lebar wajah dapat dikurangi untuk menciptakan kontur yang lebih halus. Dalam proses operasi, tulang pipi dapat difiksasi ke arah atas untuk membantu mengurangi risiko terjadinya pipi kendur setelah operasi.
Dalam Facial Contouring Surgery, salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan untuk membantu meminimalkan risiko efek samping sekaligus mempertahankan elastisitas kulit adalah 4th Generation Premium Facial Contouring. Metode ini mencakup fiksasi tulang pipi ke arah atas, fiksasi jaringan lunak di atas periosteum ke arah atas, serta pemindahan jaringan lunak untuk membantu mencegah terbentuknya cekungan pada pipi. Pendekatan tersebut bertujuan menghasilkan perubahan yang lebih natural dan stabil. Bagi pasien dengan double chin, fiksasi otot double chin ke arah atas juga dapat dilakukan setelah proses drilling pada dagu untuk membantu mengurangi risiko kendur setelah operasi.
Setelah Facial Contouring Surgery, perawatan pascaoperasi juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Selain perawatan untuk mengurangi pembengkakan dan menjaga kondisi kulit, perawatan menggunakan InMode Forma dapat membantu mengurangi pembengkakan sekaligus mempertahankan elastisitas kulit.
Dr. Kim Yoon-ho dari NANA Plastic Surgery mengatakan, “Facial Contouring Surgery memerlukan perencanaan yang cermat serta keterampilan tenaga medis yang berpengalaman. Oleh karena itu, pasien disarankan menjalani konsultasi secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk menjalani operasi.”
Ia menambahkan, “Dengan memilih dokter spesialis bedah plastik yang memiliki pengalaman klinis dalam berbagai kasus serta melakukan operasi yang disesuaikan dengan bentuk wajah masing-masing pasien, hasil yang lebih natural dan memuaskan dapat diharapkan.”
Sumber: E-Donga



