- 나나성형외과 Dilihat:0
Seiring berakhirnya musim panas dan memasuki musim gugur dengan cuaca yang lebih sejuk, semakin banyak orang mulai mencari informasi mengenai Facial Contouring Surgery karena proses pemulihan setelah operasi dinilai dapat dijalani dengan lebih nyaman. Facial Contouring Surgery merupakan prosedur yang dilakukan dengan mengurangi dan membentuk tulang wajah yang menonjol untuk menciptakan kontur wajah yang lebih halus. Namun, karena prosedur ini melibatkan struktur tulang, keputusan untuk menjalani operasi perlu dipertimbangkan secara matang agar hasil yang memuaskan dapat diperoleh melalui satu kali operasi.
Beberapa prosedur Facial Contouring yang umum dilakukan meliputi Cheekbone Reduction, Square Jaw Surgery, dan Chin Reduction. Prosedur tersebut dapat dilakukan secara bersamaan sesuai kebutuhan pasien. Untuk menciptakan perubahan yang seimbang, surgical plan perlu disesuaikan dengan kondisi dan bentuk wajah setiap pasien.
Cheekbone Reduction dilakukan dengan mengurangi tulang pipi yang berkembang secara berlebihan untuk membantu mengurangi lebar wajah sekaligus menciptakan kontur yang lebih berdimensi. Prosedur dilakukan melalui insisi minimal pada area cambang untuk menyamarkan bekas luka. Bagian belakang lengkung tulang pipi kemudian dipotong secara diagonal, lalu tulang pipi dipindahkan ke arah dalam untuk mengurangi tonjolannya. Setelah itu, tulang difiksasi secara kuat menggunakan titanium plate sehingga wajah dapat terlihat lebih kecil dengan kontur yang lebih halus setelah operasi.
Prosedur ini juga dapat membantu memperbaiki kontur tidak rata dan cekungan pada pipi akibat tulang pipi yang menonjol sehingga memberikan kesan wajah yang lebih muda. Dalam prosesnya, fiksasi ganda menggunakan titanium fixation pin menjadi penting untuk membantu mencegah tulang gagal menyatu sekaligus mengurangi risiko kulit kendur setelah operasi.
Square Jaw Surgery berperan dalam memperbaiki garis rahang. Prosedur dilakukan melalui insisi pada mukosa bagian dalam mulut, kemudian tulang dipotong mengikuti satu garis lengkung panjang dari area bawah telinga hingga bagian depan dagu untuk membantu mencegah terbentuknya sudut sekunder. Selain tulang rahang, penyesuaian pada otot dan lemak juga dapat dilakukan untuk menciptakan bentuk wajah yang lebih ramping dan memberikan kesan jawline yang lebih tegas dari tampak depan.
Chin Surgery dilakukan untuk menyesuaikan panjang dan posisi dagu pada pasien dengan dagu yang terlalu panjang atau terlalu masuk ke dalam. Meskipun susunan gigitan berada dalam kondisi normal, bentuk dan panjang ujung dagu yang tidak proporsional dapat disesuaikan untuk menciptakan kontur wajah yang lebih seimbang. Prosedur perlu dilakukan secara personal dengan mempertimbangkan panjang, lebar, dan tingkat proyeksi ujung dagu setiap pasien.
Facial Contouring Surgery memerlukan perencanaan serta teknik yang presisi untuk menghindari jalur saraf wajah sekaligus menciptakan hasil yang optimal secara estetika. Oleh karena itu, keputusan untuk menjalani operasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada review atau pengalaman pasien lain. Pemeriksaan menggunakan 3D-CT dan X-ray serta konsultasi secara menyeluruh dengan dokter spesialis bedah plastik menjadi bagian penting sebelum operasi.
Sistem perawatan pascaoperasi yang disediakan rumah sakit juga perlu menjadi pertimbangan. Selain perawatan untuk mengurangi pembengkakan dan menjaga kondisi kulit, pasien dapat memeriksa apakah tersedia perawatan tambahan seperti InMode Forma untuk mendukung proses pemulihan dan hasil setelah operasi.

Dr. Kwon Byung-yoon dari NANA Plastic Surgery Cheongdam mengatakan,
“Untuk memperoleh hasil Facial Contouring Surgery yang aman dan memuaskan, penting untuk memilih dokter spesialis bedah plastik yang memiliki pengalaman luas dalam Facial Contouring Surgery serta menjalani konsultasi secara menyeluruh untuk menentukan metode operasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.”


