- 나나성형외과 Dilihat:0
Seiring berubahnya pandangan masyarakat terhadap operasi plastik, semakin banyak orang yang mempertimbangkan prosedur untuk memperbaiki bagian yang menjadi concern atau mendapatkan penampilan yang diinginkan. Di antara berbagai prosedur, operasi mata seperti pembentukan garis double eyelid banyak dipertimbangkan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari pelajar SMA dan mahasiswa hingga pekerja. Perkembangan teknologi medis dibandingkan masa lalu juga membantu mengurangi beban dari segi biaya maupun waktu. Namun, meskipun Double Eyelid Surgery telah menjadi prosedur yang umum dilakukan, terdapat pula kasus yang memerlukan Revision Eye Surgery sehingga tetap diperlukan pertimbangan secara cermat.
Terdapat berbagai kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mempertimbangkan Revision Eye Surgery setelah operasi mata. Beberapa di antaranya adalah garis double eyelid yang terlihat tebal dan membengkak atau dikenal sebagai sausage eyes, mukosa kelopak mata yang terlihat terangkat, garis double eyelid yang terlepas sehingga mata terlihat asimetris, serta terbentuknya beberapa lipatan pada kelopak mata. Revision Eye Surgery dapat dipertimbangkan apabila hasil operasi sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi atau hasil yang diharapkan pasien.
Sausage eyes merupakan kondisi ketika garis double eyelid masih terlihat tebal seperti mengalami pembengkakan meskipun sudah cukup lama sejak operasi dilakukan. Kondisi ini dapat terjadi apabila garis double eyelid dibuat terlalu tinggi atau jaringan yang tidak diperlukan, seperti lemak subkutan dan otot di bawah garis tersebut, tidak ditangani secara memadai saat operasi.
Dalam Revision Eye Surgery, penyebab hasil yang kurang optimal dari operasi sebelumnya perlu dianalisis secara detail sebelum menentukan metode perbaikan. Karena penyebab Revision Eye Surgery dapat berbeda pada setiap pasien, berbagai faktor yang berkontribusi terhadap hasil operasi sebelumnya perlu dianalisis dari beberapa aspek sebelum menentukan surgical plan.
Untuk memperbaiki sausage eyes, terdapat dua metode utama yang dapat dipertimbangkan, yaitu skin excision dan double-line lowering technique. Sebelum melakukan skin excision, kondisi serta ketersediaan kulit perlu diperiksa secara menyeluruh. Prosedur juga perlu dilakukan secara cermat untuk membantu mengurangi risiko komplikasi seperti lagophthalmos atau dry keratitis.
Double-line lowering technique dilakukan dengan membuat insisi baru di bawah garis double eyelid sebelumnya untuk membentuk garis yang lebih rendah. Adhesi pada garis double eyelid lama yang terlalu tinggi dan tebal dilepaskan melalui proses diseksi. Bergantung pada kondisi pasien, prosedur ini juga dapat dikombinasikan dengan fat repositioning pada area kelopak mata atas atau fat grafting pada kelopak mata.
Revision Eye Surgery termasuk prosedur dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi karena operasi dilakukan kembali pada jaringan yang sebelumnya telah mengalami perubahan akibat operasi pertama. Oleh karena itu, keputusan untuk menjalani Revision Eye Surgery perlu dilakukan secara lebih cermat. Penyebab hasil yang kurang optimal dari operasi pertama perlu dianalisis secara akurat agar prosedur revisi dapat difokuskan pada perbaikan kondisi tersebut.
Berbagai faktor perlu dipertimbangkan secara menyeluruh, termasuk bentuk mata saat ini, ketebalan kulit, posisi mata, kekuatan saat membuka mata, ketersediaan kulit, serta karakteristik struktur tulang di sekitar mata. Untuk memperbaiki aspek estetika sekaligus fungsi mata, pasien disarankan memilih dokter spesialis bedah plastik yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam menangani berbagai kasus Revision Eye Surgery.
Ditulis oleh: Dr. Lee Yeon-ji, NANA Plastic Surgery
Sumber: Saejeonbuk Newspaper



