- 나나성형외과 Dilihat:0
Dr. Kim Hyung-jun dari NANA Plastic Surgery menjelaskan, “Liposuction tidak memerlukan insisi kulit yang berlebihan dan prosedur dilakukan dengan menangani jaringan lemak subkutan tanpa mengganggu struktur lainnya. Oleh karena itu, dibandingkan sejumlah prosedur operasi lainnya, risiko infeksi, komplikasi, maupun efek pascaoperasi relatif rendah.”
Ia menambahkan, “Untuk mengurangi risiko selama operasi, prosedur perlu dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dengan dukungan dokter spesialis anestesiologi yang memantau kondisi pasien secara menyeluruh selama operasi.”
Liposuction merupakan salah satu prosedur bedah yang digunakan untuk menangani penumpukan lemak pada tubuh. Melalui satu kali prosedur, lemak berlebih pada area dengan jaringan lemak subkutan yang cukup banyak, seperti paha, perut, bokong, dan lengan, dapat dikurangi secara langsung.
Liposuction dilakukan dengan memasukkan tabung logam tipis atau cannula ke dalam lapisan lemak subkutan untuk mengeluarkan sel-sel lemak. Karena prosedur tidak memerlukan insisi kulit yang luas dan difokuskan pada jaringan lemak subkutan tanpa menangani struktur lainnya secara langsung, risiko infeksi maupun komplikasi dapat diminimalkan apabila prosedur dilakukan sesuai standar medis.
Namun, masih terdapat kekhawatiran mengenai keamanan Liposuction. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh adanya laporan mengenai insiden yang terjadi selama prosedur tersebut.
Lalu, mengapa Liposuction kerap dianggap sebagai prosedur yang berisiko? Menurut Dr. Kim, banyak insiden yang terjadi dalam kaitannya dengan Liposuction berhubungan dengan proses anestesi.
Meskipun terlihat sebagai prosedur yang relatif sederhana, Liposuction termasuk operasi yang memerlukan teknik dan ketelitian tinggi. Tenaga medis yang berpengalaman serta dokter spesialis anestesiologi perlu terlibat dalam proses operasi untuk memantau kondisi pasien secara menyeluruh dan membantu mengurangi risiko terjadinya insiden.
Untuk mendukung keamanan operasi, pemeriksaan menyeluruh sebelum prosedur juga diperlukan. Pemeriksaan tersebut antara lain bertujuan mengevaluasi kemungkinan risiko yang berkaitan dengan anestesi serta mengetahui apakah pasien memiliki reaksi tertentu terhadap obat-obatan yang dapat digunakan selama prosedur.
— Dr. Kim Hyung-jun, NANA Plastic Surgery
Sumber: Medi Consumer News



