Berita dan informasi terbaru dari NANA Plastic Surgery.

NANA
NEWS

Temukan berbagai update, pengumuman, dan informasi penting seputar NANA Plastic Surgery.

NANA News

Gangguan Fungsi Hidung, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Selain Diagnosis Bedah Plastik?
나나성형외과 Dilihat:0

 

[Media Fine – Kolom Spesialis] [Kolom Dr. Jo Min-ho] Hidung merupakan salah satu bagian wajah yang berperan penting dalam membentuk kesan seseorang. Bahkan pada orang dengan bentuk dan ukuran mata serta bentuk wajah yang serupa, sedikit perbedaan pada tinggi batang hidung dapat memberikan perubahan yang cukup signifikan pada keseluruhan kesan wajah.

Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang mempertimbangkan Rhinoplasty untuk memperbaiki penampilan. Namun, ketika merencanakan operasi hidung, aspek fungsi hidung juga perlu dipertimbangkan selain perubahan secara estetika.

Selain berperan penting dalam penampilan, hidung memiliki fungsi penting dalam proses pernapasan dan penciuman. Gangguan pada fungsi tersebut, seperti rhinitis, dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

Dalam sejumlah kasus, gangguan seperti rhinitis dapat berkaitan dengan masalah struktural pada hidung. Oleh karena itu, bagi pasien yang mempertimbangkan Rhinoplasty, prosedur dapat direncanakan dengan mempertimbangkan perbaikan struktur hidung yang berkaitan dengan gangguan seperti allergic rhinitis sekaligus memperbaiki bentuk hidung secara estetika.

Functional Rhinoplasty dapat dilakukan untuk menangani gangguan yang berkaitan dengan masalah struktural hidung, seperti rhinitis, deviated septum, nasal valve stenosis, dan sinusitis, sekaligus memperbaiki bentuk hidung untuk tujuan estetika. Metode penanganan perlu disesuaikan dengan jenis dan kondisi gangguan yang dialami setiap pasien.

Deviated septum merupakan kondisi ketika septum yang berada di bagian tengah hidung mengalami deviasi atau kelengkungan. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk gejala rhinitis dan kesulitan bernapas secara optimal. Dalam kondisi tersebut, operasi dapat dilakukan dengan memperbaiki bentuk serta posisi septum.

Sementara itu, nasal valve stenosis merupakan kondisi ketika nasal valve, yaitu area menyerupai atap yang berada di bagian atas septum dan berperan penting dalam mengatur aliran udara, mengalami penyempitan. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat. Perbaikan pada struktur yang mengalami kelengkungan atau penyempitan dapat membantu meningkatkan fungsi pernapasan.

Karena metode operasi perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien, pemeriksaan secara detail menggunakan 3D-CT dapat digunakan untuk menganalisis struktur hidung dan menyusun surgical plan yang sesuai guna mendukung keamanan operasi. Selain itu, kolaborasi dengan dokter spesialis THT juga dapat dilakukan untuk menangani gangguan fungsi hidung secara menyeluruh.

— Dr. Jo Min-ho, NANA Plastic Surgery

Sumber: Media Fine

Event