Berita dan informasi terbaru dari NANA Plastic Surgery.

NANA
NEWS

Temukan berbagai update, pengumuman, dan informasi penting seputar NANA Plastic Surgery.

NANA News

Setelah Libur Chuseok, Operasi Lifting Wajah Muda Menjadi Pilihan Populer untuk Mengatasi Stres Ibu Rumah Tangga?
나나성형외과 Dilihat:0

 

Selama libur Chuseok, tingkat stres yang dialami para ibu rumah tangga dapat meningkat akibat berbagai aktivitas dan persiapan selama hari raya. Terutama pada usia paruh baya, perubahan akibat proses penuaan kulit seperti munculnya kerutan, kulit kendur, dan Smile Lines menjadi perhatian bagi sebagian orang. Seiring dengan hal tersebut, prosedur Lifting yang bertujuan membantu memperbaiki kulit kendur dan kerutan dalam waktu relatif singkat juga semakin mendapat perhatian.

Meskipun Chuseok merupakan momen perayaan, berbagai aktivitas seperti mempersiapkan makanan, menyambut keluarga dan tamu, hingga membereskan rumah setelah acara dapat menimbulkan kelelahan. Berbagai cara pun dilakukan anggota keluarga untuk membantu mengurangi stres setelah liburan, mulai dari beristirahat, melakukan perawatan penampilan, hingga menikmati aktivitas rekreasi. Dalam beberapa waktu terakhir, prosedur Lifting juga mulai mendapat perhatian sebagai salah satu bentuk perawatan penampilan setelah periode liburan.

Prosedur seperti Minimal Incision Facelift dan Forehead Lift menjadi salah satu pilihan yang mendapat perhatian karena bertujuan memperbaiki kulit kendur, kerutan, serta Smile Lines.

Minimal Incision Facelift terutama banyak dipertimbangkan oleh pasien berusia 40–50-an. Prosedur ini dilakukan melalui insisi minimal di area depan telinga, kemudian lapisan SMAS ditarik untuk memberikan efek lifting. Lapisan SMAS merupakan struktur yang berada di antara jaringan lemak subkutan dan lapisan otot. Seiring bertambahnya usia, struktur tersebut dapat melemah dan mengalami penurunan akibat gravitasi sehingga berkontribusi terhadap terbentuknya kerutan dan kulit kendur.

Minimal Incision Facelift tidak hanya menarik kulit bagian luar, tetapi secara langsung mengangkat lapisan SMAS di bawah kulit untuk memperbaiki kulit kendur dan garis wajah. Dengan penggunaan insisi yang terbatas, bekas luka dapat diminimalkan. Prosedur ini juga tidak menggunakan implan sehingga tidak menimbulkan sensasi benda asing akibat penggunaan implan.

Sementara itu, Forehead Lift dilakukan melalui insisi minimal pada kulit kepala, kemudian jaringan yang mengalami penurunan ditarik dan difiksasi menggunakan Endotine. Endotine merupakan material biokompatibel yang dapat diserap tubuh dan telah mendapat persetujuan U.S. FDA. Setelah operasi, jaringan secara bertahap mengalami fiksasi dalam sekitar 1–2 bulan, sementara material Endotine akan diserap oleh tubuh secara bertahap hingga sekitar 12 bulan. Forehead Lift tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kerutan dahi, tetapi juga dapat membantu memperbaiki kerutan di antara alis, area dahi yang kehilangan volume, serta alis dan area mata yang mengalami penurunan akibat proses penuaan.

Dr. Kim Hyung-jun dari NANA Plastic Surgery mengatakan, “Kelompok usia 40–50-an dapat semakin memperhatikan perubahan berupa kerutan dan kulit kendur. Prosedur Lifting seperti Minimal Incision Facelift dan Forehead Lift dapat menjadi salah satu metode yang dipertimbangkan untuk memperbaiki perubahan tersebut.”

Ia menambahkan, “Sebelum menjalani operasi, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik terlebih dahulu. Kondisi kulit kendur, Smile Lines, serta karakteristik wajah masing-masing pasien perlu dianalisis secara menyeluruh untuk menentukan jenis operasi atau prosedur yang sesuai.”

Bagi sebagian perempuan, periode hari raya dapat menimbulkan kelelahan dan stres akibat meningkatnya aktivitas rumah tangga. Pada saat yang sama, perubahan pada kulit seperti garis-garis halus, kerutan yang semakin dalam, serta kulit yang terlihat lebih kering dapat menjadi perhatian tersendiri. Dalam kondisi tersebut, prosedur Lifting menjadi salah satu metode yang dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki tanda-tanda penuaan pada wajah.

Sumber: Food Economy News

Event